AGAMA UNTUK PERDAMAIAN

Bersama Pastor dan Pendeta di Manado 2010
 
Posting berikut telah dimuat di Blog ini (Islam-rahmah.com)  pd tanggal 24 Mei 2012, dan atas permintaan teman-teman, maka di reposting lagi pada akhir tahun 2012 ini.

I.                  Tuhan Mencintai Perdamaian

Agama diturunkan Tuhan agar manusia damai bahagia. Lebih baik kita tidak beragama sama sekali, kalau agama hanya jadi kendaraan kebencian.  Banyak orang beragama tapi tidak menyembah Tuhan, melainkan memberhalakan agama. Atas nama agama melakukan pengeboman. Atas nama agama membakar dan menyegel rumah ibadah agama lain. Atas nama agama merencanakan pembakaran Kitab Suci. Dengan demikian, agama bukan lagi milik Tuhan yang menyayangi dan mengasihi manusia ciptaanNya, yg meridhai kedamaian, tetapi agama telah menjadi milik manusia penyebar kebencian.

Sebenarnya, Tuhan tidak rugi jika manusia tdk menyembahNYA, tetapi Tuhan akan murka jika manusia saling bermusuhan. Agama bukan untuk kebutuhan Tuhan, melainkan utk kebutuhan kedamaian dan kemaslahatan manusia. Karena itu, Tuhan akan murka jika manusia berperang dg alasan membela Tuhan.  Padahal Tuhan yang sebenarnya tidak peru dibela, karena Tuhan Mahakuasa, bukan berhala yg lemah.   Sebab itu Tuhan tdk mau diperalat jadi kendaraan kebencian dari orang-orang yang mengaku fanatik bergama, padahal hanya penyebar kebencian, kecemburuan, kedengkian dan haus darah. Orang seperti ini menjual nama Tuhan di kalangan umat manusia, seolah-olah Tuhan menjadi penghasut kebencian di muka bumi, mereka lebih tepat disebut sebagai memberhalakan Tuhan ketimbang menyembah Tuhan.

Banyak orang menjadikan agama sebagai tujuan, pdhal agama hanya jalan mecari ridha Tuhan dan ridha sesama manusia.  Karena agama menjadi tujuan mereka, maka mereka tega menjual nama Tuhan dan menyebar kebencian demi agama dan demi agama.   Padahal, tujuan agama sebenarnya ialah ridha Tuhan dan ridha (damai) dgn sesama manusia.  Dalam Kristen, Tuhan disebut bersermayam di Sorga, sementara dalam Islam Tuhan disebut Anta al-Salam (Engkau Tuhan Pemilik dan Sumber kenikmatan Sorga). Tapi kenyataannya sebahagian mereka menjadikan Tuhan sebagai sumber neraka kebencian di muka bumi. Hanya Tuhan Maha Tahu betapa laknat atas perbuatan mereka yang melecehkan Tuhan.

  1. II.               Islam Mempermudah Ibadah Umat Agama Lain

‎Orang Islam yang melarang agama lain beribadah pada rumah ibadah mereka (Gereja, Pure dan Kuil) atau pada miik mereka sendiri adalah melanggar Syariat Islam.  Nabi Muhammad SAW pernah menerima sejumlah  pemimpini Kristen dari Najran dalam Masjid Nabawi di Madinah. Nabi memberi izin mereka beribadah dalam masjid itu. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi Jilid IV Hal. 4).  Contoh yang dperlihatkan Nabi SAW menunjukkan bahwa dalam keadaan tertentu Syariat IsIam membolehkan Kristen beribadah di Masjid.  Maka tidak sepantasnya ada orang Islam yang membuat syariat baru yang melarang kaum Kristen beribadah di Gereja nya sendiri. Karena hal seperti ini jelas-jelas melanggar Syariat Islam yang dicontohkan Nabi SAW.  Dan jika hal itu terjadi di Indonesia, maka sekaligus melanggar UUD 1945 yang menjamin kebebasan beribadah dan kebebasan membangun rumah ibadah.

Maka perlu upaya keras untuk mewujudkan keadilan beribadah dan keadilan mendirikan rumah ibadah di kalangan umat beragama di Indonesia.  Untuk itu diperlukan Undang-Undang yang lebih konpregensif dan lebih adil, dan menggantikan  SKB Menteri Agama dan Mendagri mengenai izin pendirian rumah ibadah yang terasa tidak adil dan diskriminatif.  Sudah banyak peristiwa yang menunjukkan bahwa SKB tersebut membuka peluang lahirnya syariat baru (yang bertentangan dengan Sunnah Nabi SAW) dan terjadinya penganiayaan di tengah masyarakat Indonesia. Berbagai peristiwa kekerasan yang gagal dicegah oleh pemerintah membuktikan bahwa SKB tersebbut telah menyandra pemerintah sendiri sehingga tdk bisa membela umat Kristen dan umat agama lainnya menghadapi aliran ekstrimis Islam. Pantaslah jika pemerintah dan aparat keamanan dan hukum tdk bisa berbuat banyak mengatasi masalah kekerasan antar umat beragama.  Atau, boleh jadi ada benarnya anggapan orang yang mengatakan bahwa pemerintah sengaja membiarkan peristiwa kekerasan dan kebiadaban itu terjadi demi citra dan demi citra?  Wallahu A’lam bi al-Shawab….(Hamka Haq)

Advertisements

4 comments on “AGAMA UNTUK PERDAMAIAN

  1. assalammu’alaikum wr wb….

    Alhamdulillah segala puji bagi Allah swt yang telah menciptakan seluruh alam dan isinya, yang memeliharanya dan Allah saw pula yang menghancurkan alam dan isinya pada satu saatnya nanti. Semua yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak-Nya walaupun sekedar jatuhnya daun dari tangkainya itupun atas kehendak-Nya. Allah swt yang menurunkan Al-Qur.an dan Allah swt pula yang membuat redaksionalnya. Nah… dalam Al-Qur;an ada kisah sbb :
    Bani Israil bertanya pada nabi Musa as, ” Wahai Musa… kenapa Kita [Bani Israil] punya pemimpinnya [Raja] yang dzolim, bengis, antagonis dll [seluruh julukan kejahatan disebut semua untuk Firaun Red.] “.

    Nabi Musa as menjawab sbb :
    “Wahai Bani Israil… sebetulnya masalah kalian itu bukan dengan Firaun…, tapi masalahnya kalian itu dengan Tuhan-nya Firaun…, karena hubungan kalian dengan Tuhannya Firaun tidak baik, maka Tuhannya Firaun menjadikan Firaun sebagai raja kalian justru untuk menindas, menyengsarakan dan nggebugin kalian…., maka sekarang kalian perbaiki hubungan kalian dengan Tuhannya Firaun, jika kalian sudah baik hubungan dengan Tuhannya Firaun maka Firaun akan hilang sendiri [maksudnya Allah swt yang akan mengurus Firaun dengan caranya Allah sendiri.

    Nah… dari kisah diatas semoga Kita semua diberikan pemahaman oleh ASllah swt, Amin…..

    Wassalammu’alaikum wr wb….
    Tulus Amarillah Cirebon
    Hamba Allah swt yg dhoif

  2. yg perlu dibela adalah agama yg salah dan tuhan yg palsu, krn kalau agama yg benar dan Tuhan yg hidup tidak perlu dibela umatnya.
    di republik antabrantah, kenyataannya agama minoritas tidak bebas mendirikan rumah ibadat, dan bahkan berkumpul di rumah untuk beribadat pun diserang dan dibubarkan oleh sang mayoritas karena takut si minoritas eksis dan besar dan pemerintah/aparat keamanan hanya menonton tindakan sang mayoritas yg anarkis dlm membela tuhannya yg lemah, sangat disayangkan para tokoh agama sang mayoritas hanya berdiam dan membisu, tidak berani mengecam dan mengharamkan tindakan sang mayoritas yg menzolimi si minoritas.
    sialnya hidup di republik antabrantah, tidak salah pun tempat ibadah si minoritas sdh dirusak dan dibakar, apalagi ngomong yg benar/fakta ttg kelakuan sang mayoritas yg didengar sang mayoritas sbg penghinaan/pelecehan dan meresahkan umatnya dan harus dibela dgn tindakan merusak, membakar, menganiaya, bahkan membunuh dan hebatnya lagi si minoritas yg menjadi korban kebiadaban sang mayoritas dihukum bersalah ……….
    semoga Tuhan yang maha kuasa, Tuhan yg benar dan hidup mengampuni sang mayoritas dan tidak perlu menyadarkan sang mayoritas di republik antabranta dgn berbagai macam bencana …….

  3. Kata siapa Rasulullah memfasilitasi perbuatan syirik? Rasulullah hadir utk menegakkan tauhid! Toleransi dlm Islam jelas, biarkan mrk menjalankan ibadah mrk, tp kita tdk ikut dan memfasilitasinya. Dan sebaliknya mrk jg jgn melakukan kegiatan manipulatif (kristenisasi) thd org yg sdh beragama(islam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s